8 Bulan Mengajar Tak Dapat Gaji, Guru Kontrak Sulbar Hanya Terima Janji

Foto Ilustrasi (Sumber: malukupost.com)
Mateng, fokusmetrosulbar.com-- Sejumlah guru kontrak atau pegawai tidak tetap (PTT) SMA dan SMK di Mamuju Tengah mengeluhkan honor mereka yang belum terbayarkan hingga delapan bulan terakhir.

Seperti diungkap seorang guru PTT di salah satu SMA di Mateng. Dirinya dan rekan seprofesinya yang berstatus guru kontrak SMA mengaku tak pernah terima gaji sejak Januari 2017.

"Kami dijanji sejak Idul Fitri lalu,  tapi sampai sekarang belum terbayar," kata guru, enggan disebut namanya itu.

Dia mengaku, hanya menerima janji dari Dinas Pendidikan Provonsi Sulbar, namun hingga kini belum juga terealisasi.

Lebih lanjut dikatakan, sebelum dia pernah dijanjikan akan menerima honor, yang jumlahnya tak menentu setiap bulan. Kata dia, awalnya pernah dijanji Rp. 1,5 juta perbulan, kemudian menurun jadi 1,4 juta, lalu Rp. 1,25 ribu dan terakhir Rp. 1 juta.

"Kami butuh kejelasan, juga realisasi pak, bukan janji palsu," pinta guru kontrak yang mengabdi hampir sepuluh tahun ini.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Mamuju Tengah, H. Arsal Aras mengatakan, pihaknya prihatin kalau sampai hari ini Pemprov belum bayarkan gaji tenaga guru kontrak SMA. Ia berharap agar dinas terkait segera mengatasi persoalan tersebut.

"Biar guru kita juga semangat dalam menjalankan tugas, maka kami sudah sampaikan ke diknas kabupaten untuk dikoordinasi ke Pemprov," kata Arsal, Senin (21/8).

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, H. A. Ahmad Syukri Tammalele mengakui keterlambatan pembayaran gaji guru PTT di Sulbar. Kendati demikian, Andi Syukri berjanji akan segera melakukan pembayaran gaji guru kontrak dalam waktu dekat.

"Insyah Allah dalam waktu dekat ini kita akan bayarkan, saya sudah perintahkan kepala bidang agar diproses secepatnya," kata Ahmad Syukri, Senin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, keterlambatan pembayaran guru kontrak (PTT) di Sulawesi Barat, dipicu oleh ada sejumlah kesalahan data dalam Surat Keputusan (SK) kontak kerja.

"Sudah mau dibayarkan, kita periksa ternyata ada orang baru masuk, tiba-tiba yang lama hilang, padahal sudah 5 tahun kasian mengabdi. Jadi kita harus perbaiki terlebih dahulu," pungkas pria asal Majene ini.

Dihubungi fokusmetrosulbar.com via telpon seluler, Andi Syukri Tammalele mengatakan, kesalahan data tersebut terjadi, karena ada guru PTT yang mendadak masuk ke Dinas Pendidikan Sulbar tanpa melalui kabupaten.

"Sebenarnya Pak Gubernur sudah tanda tangan SK-nya, bahkan waktu mau lebaran Idul Fitri saya sudah perintahkan kepala bidang dibayarkan gajinya. Setalah diperiksa ternyata ada SK siluman masuk," terangnya.

Kepada fokusmetrosulbar.com Kadis Pendidika Sulbar Andi Syukri Tammalele menegaskan telah melakukan perbaikan kesalahan SK tersebut dan dalam waktu dekat akan melakukan pembayaran gaji guru PTT.

"Secepatnya kita bayarkan, tujuh bulan kita akan bayar, mulai Januari sampai bulan tujuh," pungkasnya. (jml/har)

BERITA LAINNYA

MATENG 2020508857728171665

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item