Diduga Korupsi, Masyarakat Taupe Tuntut Kadesnya Diberhentikan

MAMASA, FMS - Masyarakat Desa Taupe, Kecamatan Mamasa yang tergabung kedalam Aliansi Masyarakat Desa Taupe (AMDT) menuntut agar kepala desa mereka mundur dari jabatannya.

Tuntutan AMDT terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kepala Desa Taupe, Luther, dimulai dari dari jembatan kuning selanjutya kekantor bupati kemudian ke DPRD dan berakhir di Polres.

"Saat ini proses hukum sudah ditangani Polres. Karena itu, kami menuntut agar untuk sementara waktu Ia diberhentikan dari jabatannya," teriak salah seorang orator. 

Setibanya di Kantor DPRD Mamasa, para pendemo ditemui Ketua Komisi I, Yohanis Karatong dan sejumlah anggota dewan lainnya.

"Saya kira apa yang menjadi dasar tuntutan kami bukanlah hal yang dibuat-buat. SPJ ADD tahun 2015 hingga saat ini belum diserahkan karena Sekdes belum mau tanda tangan," tutur Aminadap.

Menurutnya, Sekdes tidak bersedia menandatangani LPj karena banyak item dalam laporan SPJ Kades yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Pendemo lain, Yohanis mengaku berharap Pemkab dan dewan membantu mereka keluar dari persoalan yang dihadapi. Dikatakan, apa yang dilakukan Kades tersebut sangat menciderai perasaan masyarakat.

"Kami butuh solusi. Yang kami inginkan adalah pemberhentian Kades berdasarkan apa yang telah kami sampaikan hari ini dan mencarikan solusi agar ADD Taupe tahun 2016 bisa segera dicairkan," pintanya. 

Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, Anggota DPRD David Bambalayuk miminta agar DPRD secara kelembagaan secepatnya bersurat ke Pemkab. "Kita akan usulkan ke bupati untuk mengangkat pelaksana tugas Kades Taupe dan hal yang berkaitan dengan hukum juga agar diproses sesuai aturan," tutur David. 

Senada dengan itu, Legislator Demokrat, Taufik juga mendesak Pemkab untuk mencarikan solusi terhadap pencairan ADD Taupe tahun 2016. "Kita akan minta ke eksekutif agar ADD itu segera dicairkan," Desak Taufik. 

Yohanis Karatong sebagai pimpinan Komisi I berjanji aspirasiyang disampaikan  alians akan segera ditindak lanjuti dengan memanggil semua pihak terkait.

"Secepatnya kami akan memanggil Kabag Hukum, pihak PMD dan juga Polres Mamasa," Simpul Yohanis.(Kedi)

Related

MAMASA 489229856826320941

Post a Comment

emo-but-icon

FOKUS METRO SULBAR

BERITA Populer Minggu Ini

item
close
Banner iklan disini