Murid SDN 26 Pakkola Dijemput Polisi

Foto Ilustrasi: INT
MAJENE, FMS - Polisi memiliki kewenangan untuk menjemput paksa jika seseorang mengabaikan panggilan. Namun berbeda dengan Firman murid SDN 26 Pakkola, Kecamatan Banggae Timur.

Firman dijemput aparat Polres Majene, lantaran beberapa bulan tidak pernah mengikuti pelajaran di sekolah. Polisi membujuknya untuk kembali ke sekolah.

Kepala SDN 26 Pakkola Supardi mengapresiasi, gerakan kembali kesekolah yang digalakkan Polres Majene. Gerakan tersebut sangat membantu pihak sekolah, apalagi sebelumnya pihaknya berupaya membujuk Firman namun usaha mereka sia sia.

"Makanya kami minta bantuan kepada pak polisi, karena guru kelas bersama kepala lingkungan sudah berusaha membujuk dan membimbing agar anak ini mau kembali bersekolah, apalagi anak ini sudah naik kelas dua dan mendapat bantuan KIP," terang Supardi, Kamis (13/10/16).

Supardi menyebut, sekolah yang dipimpinnya itu, telah berhasil meraih penghargaan mewakili Sulbar untuk pengelolaan Dana Biaya Operasinal Sekolah (BOS) secara mandiri melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

"Penghargaan yang kita raih ini, harus selaras dengan program pemerintah dalam menekan angka anak putus sekolah, jadi tidak ada lagi anak yang tidak mau bersekolah," tegas Supardi.

Pantauan, keterlibatan petugas kepolisian menjemput siswa SDN 26 Pakkola itu patut diapresias semua pihak, Firman kini mulai mengikuti pelajaran di sekolah seperti sediakala.

Sementara itu, anggota Polres Majene Aiptu Irwan Waris usai memimpin penjemputan siswa, sangat bersyukur karena tugas yang diamanakan dari pimpinannya dalam meningkatkan program kembali bersekolah tetap terwujud.

"Tugas kami tidak hanya sebatas peningkatan program kembali bersekolah saja, tetapi kami dari petugas kepolisian terus berkomitmen membantu pemerintah dalam memberantas anak putus sekolah di daerah ini," tandas Irwan. (HM)

Related

MAJENE 7037411132505352543

Post a Comment

emo-but-icon

FOKUS METRO SULBAR

BERITA Populer Minggu Ini

item
close
Banner iklan disini