Polemik Nepotisme Penunjukan Duta Pariwisata Mamasa, Dewan Angkat Bicara

Orsan Soleman (foto: Kedi/fms)
Mamasa, fokusmetrosulbar.com--Habis Gelap, Terbitlah Terang merupakan bahasa kegelisahan tokoh emansipasi perempuan Indonesia R. A Kartini melihat perlakuan terhadap golongannya yang seakan direndahkan dalam masyarakat. Rupanya semangat emansipasi itu telah mengilhami seorang Dyenti Dondo'loan Pattola (23). Dia adalah jawara konteks putri daerah yang dikenal dengan Baine Matta Mamasa. Dyenti sukses meraih gelar di tahun 2016 lalu. Tak hanya itu, Dyenti juga menyabet gelar Kandi' Sulbar di tahun yang sama.

Sayangnya, ibarat pepatah berkata, maksud hati memeluk gunung namun apa daya tangan tak sampai. Dhiyen yang seharusnya menjadi duta Mamasa di setiap ajang promosi wisata dan budaya entah mengapa Ia tersalib oleh orang lain. Maka hak Dhiyen sebagai juara, yang sejatinya mewakili Mamasa di ajang pariwisata nasional yang merupakan tugasnya kini telah pupus.

Ketika dimintai keterangan terkait Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara yang diselenggarakan Kememtrian Pariwisata RI "mengkebiri" nama Dyenti, Wakil Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman hanya bisa tersenyum dan tertawa kecil. Tak disangka ternyata Dyenti adalah ponakannya sendiri.

"Iya saya cuma bisa berbangga dengan Dyen yang mandiri dan berdikari, namun tetap bijak melihat setiap persoalan yang ada, utamanya yang saat ini dialaminya," katanya memulai pembicaraan, Minggu (23/4)

Ia menerangkan terkait dengan wakil Kabupaten Mamasa yang diutus mengikuti Pemilihan Putra dan Putri Pariwisata Nusantara, pasti banyak menuai pro dan kontra. "Tentu akan jadi pertanyaan publik mengapa perwakilan putra yang diutus ke ajang tersebut diikuti oleh jebolan Muane Masokan Tahun 2016, sedangkan perwakilan putri diikuti bukan jebolan Baine Matatta Tahun 2016," terangnya.

Ia lalu mengutarakan pendapatnya bahwa pertanyaan masyarakat yang muncul di media sosial atau lewat pemberitaan sesungguhnya adalah wujud kegelisan akan ketidakjelasan pengambilan sebuah keputusan pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pariwisata.

"Tentu saja publik bertanya-tanya oleh karena baru saja Dinas Pariwisata Mamasa menyelenggarakan kontestasi Pemilihan Muane Masokan dan Baine Matatta Tahun 2016 dan menghasilkan dua orang pemenang yang juga diharapkan menjadi Duta Pariwisata Kabupaten Mamasa. Karena itu memang perlu ada klarifikasi dari Dinas Pariwisata agar masyarakat mengetahui duduk perkara yang sebenarnya," harapnya.

Politisi partai Nasdem tersebut menjelaskan apa yang menjadi viral di Medsos dan menjadi pemberitaan sejumlah media seharusnya merupakan informasi dan masukan bagi Pemerintah Daerah Mamasa untuk segera dijawab.

"Bagaimana Pemerintah Daerah memperjelas hal ini, silahkan memilih cara dan media yang dianggap representatif untuk melakukan klarifikasi," jelasnya.

Lanjut Ia menjelaskan untuk dapat memahami dan menyelesaikan persoalan tersebut, ada banyak pertanyaan yang harus dijawab mulai dari siapa institusi atau lembaga yang menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara itu?, lalu bagaimana hubungannya dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat?. "Yang juga penting adalah apa isi surat Dinas Pariwisata Sulbar kepada Dinas Pariwisata Mamasa dalam hal meminta perwakilan untuk mengikuti kontestasi tersebut, berikutnya bagaimana persyaratan dan prosedur yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Bagaimana keterlibatan dan hubungan kemitraan antara Ikatan Alumni Muane Masokan dan Baine Matatta Mamasa dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, serta bagaimana proses yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dalam memutuskan wakil  Mamasa untuk mengikuti ajan-ajang seperti itu," lanjutnya.

Dalam kapasitas sebagai anggota DPRD Mamasa, Orsan menyampaikan bahwa pimpinan dan anggota DPRD lainnya tentu sudah mengetahui persoalan itu, meskipun tidak secara langsung memberikan pernyataan- pernyataan.

"Kegiatan untuk mengikuti ajang nasional seperti itu berpotensi menggunakan APBD tahun 2017, kita berpendapat bahwa hal ini perlu diperjelas agar tidak menimbulkan polemik yang berlarut dan sekaligus memperbaiki kinerja pemerintah daerah kedepan. Mekanisme kedewanan dilakukan pimpinan dengan meminta secara resmi Dinas Pariwisata untuk menjelaskan hal ini kepada komisi terkait (Komisi  III, red). Karena itu sambil menunggu mekanisme administrasi dijalankan, kami mengharapkan agar semua pihak dapat menahan diri dan saling menjaga pola komunikasi yang baik agar tidak ada yang terprovokasi oleh pihak-pihak yang akan memanfaatkan hal ini menjadi sarana yang tidak benar," pintanya.

Menutup wawancara panjang dengan legislator tersebut, Orsan menyampaikan harapan bahwa memperingati dan memaknai hari Kartini 21 April 2017 yang lalu, perlu bagi semua pihak berbenah diri sekaligus membuka seluas-luasnya kesempatan bagi perempuan Mamasa untuk mengambil peran turut serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.

"Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut terbukanya akses Pariwisata Toraja-Mamasa-Mamuju, di sisi lain keikutsertaan kaum wanita kabupaten Mamasa dalam berbagai ajang kontestasi sangat perlu diapresiasi karena beberapa kali mengharumkan Mamasa baik tingkat propinsi maupun nasional. Karena itu fasilitas Pemerintah Daerah sangat kita harapkan dengan tetap menjaga agar semangat, sportifitas dan kebersamaan Srikandi-Srikandi muda Mamasa utuh," tutupnya. (klp/har)

BERITA LAINNYA

MAMASA 3929241871951289897

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item