Aspirasi Mahasiswa Dijawab Pemda Majene, 2018 Perpustakaan Daerah Terealisasi

Sejumlah Mahsiswa berorasi di Bundaran Pusat Pertokoan Majene menuntut realisasi Gedung Perpustakaan (Foto: Egi/FMS)
Majene, fokusmetrosulbar.com- Pemerintah Kabupaten Majene menargetkan pembangunan gedung perpustakaan daerah akan direalisasikan paling lambat 2018 mendatang. Selama ini perpustakaan daerah selalu menjadi sorotan, mengingat kondisinya yang tidak representatif dan masih menumpang di lantai dua gedung serbaguna Assamalewuang.

Hal ini pula yang menjadi alasan sejumlah mahasiswa kembali gelar aksi unjuk rasa di hari Pendidilan Nasional.

BACA: Hardiknas dan Sebuah Tanya, Dimana Realisasi Perda Pendidikan Majene?

Sekertaris Daearah Kabupaten Majene Syamsiar Muchtar yang menerima perwakilan mahasiswa tersebut mengatakan, rencananya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Majene akan ditempatkan di bekas kantor SKB. “Paling lambat 2018, gedung akan dibangun mengenai teknis bangunanya tentu sudah ada yang merancang kita sisa tunggu realisasinya seperti apa," terang Syamsiar, Selasa kemarin.

Terkait persoalan pemerataan guru yang menumpuk di area perkotaan. Syamsiar menjelaskan, pihaknya telah melakukan sidak terhadap sekolah-sekolah yang ada di kecamatan.

"Ditemukan ada guru yang hampir setahun tidak pernah melaksanakan tugasnya. Ini yang harus kita sikapi," terangnya

Terkait hal itu, Majelis kede etik Pemda Majene telah melakukan sidang dan memvonis oknum guru tersebut. hasilnya tujuh orang dinyatakan terbukti indisipliner dan dijatuhi sanksi penurunan pangkat satu tingkat kebawah.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ashar Malik yang juga hadir dalam ruangan tersebut juga mengatakan, kelebihan guru di kota jumlahnya tidak signifikan. Di Kecamatan Banggae Timur, hanya delapan orang dan Kecamatan Banggae 10 orang. Sesuai dengan hasil kajian, Majene masih kekurangan 300 guru dan saat ini masih dalam proses analisa "Guru-guru mana yang akan dipindahkan di kecamatan, nanti kita lihat," cetus Ashar.

Soal adanya tudingan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang turut disuarakan mahasiswa, Ashar Malik menjelaskan, bahwa selama ini transfer dana BOS masing-masing diterima di rekening sekolah. Hingga saat ini kata Ashar, belum ada laporan hasil audit inspektorat dan BPK terkait temuan penyalahgunaan dana BOS. “Kalau ada pasti sudah ditindaki, karena memang sifanya dana BOS itu transparan, pengunaanya bisa dilihat sendiri dipapan informasi sekolah yang dipajang,” jelasnya. (Hms/har)

BERITA LAINNYA

MAJENE 9167991883080448721

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item