Gubernur Sulbar: Pengembangan Kependudukan Tanggung Jawab Bersama


Mamuju, FMS - Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, didampingi Sekprov Sulbar Muhammad Idris, menerima kunjungan Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Pusat Prof. Muh. Rizal Martua Damanik di ruang kerjanya, Kamis (24/1/2019).

Kedatangan Prof. Muh. Rizal Martua Damanik yang didampingi Kepala BKKBN Sulbar Andi Rita Maryani, dalam rangka membicarakan program BKKBN di Sulbar, yang mencakup pengembangan pembangunan kependudukan, seperti menekan angka kelahiran, pernikahan usia dini anak, stunting dan penguatan pembentukan Kampung KB.

Dalam pertemuan tersebut, Ali Baal Masdar, menyatakan, sangat mendukung dan mengapresiasi berbagai program BKKBN yang dilaksanakan di Sulbar.

"Saya mengapresiasi adanya program BKKBN di Sulbar, sebab saya melihat  hingga saat ini, pelaksanaannya sudah sangat bagus," tutur Ali Baal.

Menyinggung pengembangan pembangunan kependudukan, Ali Baal, menegaskan, hal tersebut bukan hanya tanggungjawab BKKBN, namun merupakan tanggung jawab bersama.

Olehnya itu, Ali Baal menekankan, perlu kerjasama yang baik dalam menjalankan program yang memiliki saling keterkaitan antara yang ada di Pemprov dengan BKKBN.

"Membangun kependudukan tanggungjawab bersama, mari kerja keroyokan, agar berjalan dengan baik," harap Ali Baal.

Masih kata Ali Baal, salah satu upaya Pemprov Sulbar dalam pengembangan pembangunan kependudukan di Sulbar adalah dengan membuat program strategis Mandiri, Cerdas dan Sehat (MARASA).

"Marasa ini sejalan dengan program yang ada di BKKBN, dimana program ini diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan dan stunting di Sulbar," terang Ali Baal.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Pusat Prof. Muh. Rizal Martua Damanik mengungkapkan, Pemprov Sulbar telah memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan pembangunan kependudukan di daerah ini.

Terbukti, lanjut Rizal, berdasarkan survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2017, Sulbar berhasil menekan angka kelahiran menjadi 2,7 persen dari angka sebelumnya sebesar 3,9 persen di 2012.

Dengan keberhasilan itu, sambung Rizal, berarti memberikan kontribusi  secara nasional yakni dari angka 2,6 persen menjadi 2,4 secara nasional turun.

"Ini suatu prestasi yang patut dibanggakan, sebab secara nasional mengalami penurunan," ungkap Rizal.

Selain itu, kata Rizal, perhatian lain juga ditunjukkan diberikan terhadap  masalah stunting, pernikahan usia dini anak dan pembentukan Kampung KB.

"Alhamdulillah, Gubernur telah memberikan respon yang baik terhadap ini, dengan membuat berbagai program strategis salah satunya ialah program Marasa," ucapnya.

Terkait program Kampung KB, ia menjelaskan, program tersebut ada di setiap provinsi di Indonesia, dimana mencakup beberapa pembinaan, diantaranya bina keluarga balita, remaja dan lansia. (Advetorial)

(Wati)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 4467107342230573731

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item