Dies Natalis 65 Tahun, GMNI Konsisten Perjuangkan Kaum Marhaen

Esa Hermansyah (Ketua DPC GMNI Mamuju).

Mamuju, FMS - 23 Maret 1954, dilangsungkan kongres I Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Surabaya. Momentum ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi GMNI (Dies Natalis) yang diperingati hingga sekarang, 23 Maret 2019 tepat sudah 65 tahun.

Ketua DPC GMNI Mamuju Esa Hermansyah saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, GMNI harus tetap konsisten berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen petani, buruh, nelayan, rakyat miskin.

"GMNI selaku organisasi mahasiswa yang berhaluan nasionalis akan terus setia mengawal NKRI dan pancasila dari rongrongan gerakan-gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan Indonesia," kata Esa.

Lebih jauh dirinya menyebut, tanggung jawab hari ini adalah agar kader terkhusus mahasiswa itu berjuang secara dinamis. Dinamis dalam artian menyesuaikan strategi dan taktik perjuangan sesuai perkembangan zaman. "Apalagi saat ini kita berada di zaman yang disebut Revolusi  Industri 4.0," sebutnya.

Menurutnya, bahwa mahasiswa saat ini harus melek teknologi.

"Saat ini kita para mahasiswa untuk melek teknologi dan menggunakan teknologi sebagai alat perjuangan, namun lebih dari itu cita - cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah hal yang paling fundamental untuk dicapai," terang Esa.

Saat ditanya sikap GMNI dalam menghadapi pesta demokrasi 2019 kali ini, Esa menyebut bahwa tentunya dalam kontestasi politik, GMNI lebih menekankan agar pemilu tidak menjadikan Indonesia terpecah.

"Jangan sampai pemilu menjadi seperti buah simalakama. Dilaksanakan rugi tidak dilaksanakan pun rugi karena hanya menimbulkan perpecahan," ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Esa, GMNI tetap menjaga independensi untuk tidak terafiliasi dengan parpol maupun calon yang berkontestasi dalam pemilu.

Kata Esa, GMNI Mamuju tidak akan menghalangi apalagi mengintervensi pilihan politik bagi setiap individu kader. Karena itu mutlak menjadi hak dan kemerdekaan tersendiri bagi kader untuk menentukan pilihan politiknya.

"Semoga pemilu 2019 damai dan melahirkan pemimpin yang betul - betul memihak pada kaum marhaen bukan hanya kepada elit penguasa dan kapitalisme," harap Esa.

(Adi)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 2064752013034929390

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item