Sandeq Race, Cahaya Mandar Sponsor H. Habsi Wahid Finish Pertama


Mamuju, FMS - Cahaya Mandar yang disponsori oleh Bupati Mamuju H. Habsi Wahid memimpin Etape ke IV Deking-Mamuju pada pelaksaan festival Sandeq Race Sulawesi Barat 2019 yang mengangkat tema "Lautmu Hidupku"

Pelaksanaan festival Sandeq Race Sulawesi Barat 2019, dengan titik star di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) di Pantai Bahari pada tanggal 08 Agustus 2019 didahului pelaksanaan lomba segitiga Polewali. 

Panitia Sandeq Race mengagendakan rangkaian keseluruhan pelaksanaan lomba tanggal 07 - 16 Agustus 2019, mulai etape I Polman-Majene, etape II Majene-Sendana, etape III Sendana-Deking dan Etape IV Deking-Mamuju (finish).

Pelaksanaan acara penyambutan festival Sandeq Race Sulawesi Barat 2019, menobatkan Cahaya Mandar sebagai Pemenang yang mengungguli lawan-lawannya. Tepat pukul 14:06 Mandala Bintang Timur yang di sponsori oleh Kemenpora Dr. H. Imam Nahrawi menempati posisi kedua. 

Sementara posisi ketiga ditempati oleh Merpati Putih disponsori oleh Sekda Provinsi Sulawesi Barat Dr. H Muhammad Idris, M. Si. Posisi keempat AIM Benar yang disponsori oleh Bupati Polewali Mandar H. Andi Ibrahim Masdar, dan diposisi kelima diraih oleh Cahaya Reski yang disponsori oleh BKKBN Sulawesi Barat Dra. Rita Mariani.

Bupati Mamuju diwakili oleh Sekretaris Daerah H. Suaib S.Sos. MM dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang di Bumi Manakarra kepada semua peserta lomba dan selamat kepada para pemenang. 

"Festival Sandeq Race atau yang kita kenal dengan lomba perahu Sandeq yang sudah berlangsung puluhan tahun di tanah Mandar ini dan menjadi salah satu budaya maritim yang menarik dan elok ditonton. Lomba perahu layar tradisional Mandar ini sudah terkenal ke penjuru dunia dan masuk dalam daftar 100 event nasional, karenanya festival ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan sebagai salah satu kearifan lokal di Tanah Mandar," ucapnya. Kamis (15/8/2019).

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Barat Farid Wajdi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah di 5 Kabupaten se-Sulbar, terkhusus Kabupaten Mamuju yang banyak mensupport pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dia mengatakan, perahu Sandeq merupakan perahu tercepat di dunia dan gesit.

"Sandeq Race ini harus kita pertahankan, yang pertama ini adalah satu-satunya warisan kebudayaan masyarakat Mandar yang paling unik dan tidak ada duanya di seluruh dunia dan kalau bukan kita yang melestarikan siapa lagi. Sudah banyak peneliti yang datang mempelajari Sandeq, kita akan mengatakan bahwa Sandeq akan hidup di Sulawesi Barat," jelasnya.

(Wati)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 7531121541961685519

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item