Istana Balla Lompoa Diserang, Kris Muda Mandar Siap Bantu Raja Gowa

MAJENE, FMS - Gejolak yang menimpa Istana Balla Lompoa Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan baru-baru ini tampaknya turut mengundang keprihatinan warga Mandar Sulawesi Barat.

Dimana sebelumnya dikabarkan, telah terjadi konflik antara pihak pemerintah pimpinan Bupati Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dengan keluarga kerajaan pimpinan raja Gowa ke-37 Andi Maddusila Daeng Mattawang Karaeng Lalolang yang berujung kerusuhan Minggu, (11/9) saat upacara adat penyucian benda pusaka di Istana Balla Lompoa.

Seperti berita yang dirilis Kompas.com (11/9), bupati Gowa Adnan Ichsan Yasin Limpo disebut hendak merebut tahta kerajaan Gowa namun ditolak pihak kerajaan karena alasan bukan putra Mahkota atau keturunan raja. Keinginan orang nomor satu di kabupaten bersejarah itu dituangkan dalam perda yang disahkan bersama DPRD daerah setempat.
Mendengar berita itu, para punggawa kerajaan Balanipa di Mandar turut prihatin. 

Salah satunya datang dari trah Raja Balanipa Ibu Agung Andi Depu. Komunitas perjuangan Andi Depu yang dikenal dengan Keris Muda Mandar menyoroti prahara kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan tersebut.

Melalui akun sosial Facebook, salah seorang punggawa Kris Muda Mandar, Anil Kerismuda bahkan mengaku, siap terjun demi membela kerajaan Gowa.

"Satu kata Satu Perbuatan. Ini Bukti lontara leluhur dan bukan propokator maka dengan ini kris muda mandar 2 sampai tiga hari kedepan menuju Makassar Gowa Tidak Satupun bisa menghalangi .Raja Gowa ke 9 tersebut kemudian menyerahkan beberapa benda pusaka kepada utusan Appe Banua Kaiyyang sebagai itikad baik untuk menjalin kerja sama dengan kerajaan Mandar. Selain benda-benda pusaka, Raja Gowa melakukan ikrar kesepakatan sebelum I Manyambungi meninggalkan Gowa. Ikrar tersebut adalah :“Besok lusa, mana kala Gowa dalam keadaan bahaya, hendaklah engkau datang membantu, kecuali jika bahaya tersebut hanya dalam negeri saja, anda tidak saya harapkan terkecuali keinginanmu sendiri. 

Demikian juga jika Mandar dalam keadaan bahaya di pagi hari hendaklah segera mungkin memberi tahu di sore hari, demikian juga halnya jika kena bahaya di sore hari hendaknya memberi tahu di pagi hari dan Jika Besok lusa jika ada orang Gowa dan Mandar berselisih, cari dan bunuhlah. Jika orang Gowa mengatakan demikian, maka Mandar lah yang harus membunuhnya., jika orang Mandar yang mengatakan demikian, maka Gowa lah yang harus membunuhnya. Demikian pembuktian bahwa Mandar dan Gowa tidak berselisih”[11]", demikian tulis Anil Kerismuda via akun Facebooknya.

Keprihatinan pihak kerajaan di Mandar sebagaimana disebutkan di atas, karena para punggawa Mandar menyatakan diri bersaudara dan tidak pernah berselisih paham dengan kerajaan Gowa.

Dihubungi via telpon seluler, Senin (12/9) Anil Kris Muda atau yang bernama lengkap Andi Ilham Bambang P Depu, dengan tegas mengatakan dukungan terhadap raja Gowa. Menurutnya Mandar dan Gowa telah memiliki ikatan leluhur yang tidak bisa diganggu siapapun.

"Sikap Keris Muda ya menunggu amanat lontara, kalau Gowa meminta dukungan, kami pasti turun tangan. Insyah Allah kami siap membantu menyelesaikan masalah di Gowa," tegas Anil (Ha)

Related

MAJENE 4540064349015777626

Post a Comment

  1. Nilai leluhur dan adat istiadat dipertahankan,,,,Bismilah,,,

    ReplyDelete
  2. Tanpa leluhur kita bukanlah apa" melainkan hanya budak dari penjajah asing ,berkat pengorbanan serta perjuangan mereka kita bebas dari penjajah asing ,"janganlah ada lagi penjajah baik dari luar maupun dari dalam negri ini"

    ReplyDelete
  3. Tanpa leluhur kita bukanlah apa" melainkan hanya budak dari penjajah asing ,berkat pengorbanan serta perjuangan mereka kita bebas dari penjajah asing ,"janganlah ada lagi penjajah baik dari luar maupun dari dalam negri ini"

    ReplyDelete
  4. Turut bela Gowa, ayo kerajaan Bone, Soppeng, Wani, Siang, Sigeri, Sawitto, Sidenreng, Gilereng, Tanrutedong, bantu dan dampingi Kerajaan Gowa

    ReplyDelete
  5. Sekarang zamannya keadilan sudah di campakkan....yg berkuasa a/ yang punya uang, jabatan dan preman/massa...mereka tidak menghormati/melihat lagi yg namanya Sejarah...

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Ayo saudaraku dari seluruh penjuru tanah Sulawesi mari kita Bantu mengibarkan kembali Kerajaan Gowa, lawan kezaliman, dan keserakahan yang tak mengerti adat, tidak menghargai leluhur.

    ReplyDelete
  8. Ayo saudaraku dari seluruh penjuru tanah Sulawesi mari kita Bantu mengibarkan kembali Kerajaan Gowa, lawan kezaliman, dan keserakahan yang tak mengerti adat, tidak menghargai leluhur.

    ReplyDelete

emo-but-icon

Populer

item