Dinas Pertanian Bantah Pindahkan Percetakan Sawah di Barakkang. Ini Alasannya ...!

Hamid, Kabid PSP Dinas Pertanian Mateng (Foto: Jamal/FMS)
Mamuju Tengah, fokusmetrosulbar.com -- Kepala bidang prasarana dan sarana petanian (PSP) Dinas Pertanian Mamuju Tengah (Mateng), Hamid, mengelak jika program percetakan sawah di Desa Barakkang telah dipindahkan.

Sasaran perluasan cetak sawah baru di desa itu, kata dia, tetap dalam perencanaan. Hanya saja dari sekian lahan yang disurvei ada yang lebih prioritas. Sebab yang masuk perencanaan cukup banyak. Dalam perjalanan tahun ini memang ada beberapa lokasi yang harus diverifikasi kembali. Sehubungan rencana program fisik 2016 yang akan direalisasi 2017 seluas 190 hektar.

"Inilah yang akan dirampungkan lebih dahulu. Tim verifikasi sudah mendesain sesuai tingkat kelayakan dan skala prioritas. Titik sasaran konstruksi tahun ini ditetapkan berdasarkan kategori yang ditentukan pusat," jelas Hamid, Senin (24/4).

Jika barakkang masih tertunda, itu berarti ada pertimbangan lain. Sebab kabar yang diperoleh tim disana, ternyata daerah itu langganan banjir. Dampaknya akan menyebabkan endapat lumpur yang dapat menutupi kembali petak sawah. Dalam kondisi demikian asas manfaat cetak sawah tentu berpengaruh. Sebab itu dalam desain konstruksi, Desa Barakkang jadi pertimbangan tim sehingga tidak masuk prioritas utama.

"Kita sangat hargai semangat petani disana, namun tim punya pertimbangan lain. Kita berharap warga Barakkang bersabar sebab tahun ini ada tambahan program seluas 160 hektar. Makanya kedepan kita akan mengajak petani, pemerintah setempat dan anggota dewan duduk bersama perjelas kondisi lahan itu. Termasuk komitmen petani harus siap mengolah sawah secara kontinyu," jelas Hamid.

Warga Barakkang sekiranya tidak terprovokasi adanya isu pengalihan atau pemindahan lokasi. Sebab daerah tersebut tetap masuk sasaran program. "Jadi kepala desa, tokoh masyarakat dan warga Desa Barakkang diharapkan bersabar menunggu giliran," pinta Hamid

Dijelaskan, jatah untuk konstruksi sawah seluas 190 hektar sudah final Maret lalu. Sasaran yang akan direalisasi tahun ini yakni Poktan Kondosapata I di Desa Tobadak seluas 47,69 hektar. Harapan Baru Desa Tobadak 59 hektar. Bukit Indah Desa Bojo 40,45 hektar. Mesa Kada Desa Bojo 10,61 hektar, dan Gema Palagung Desa Pasapa 32,35 hektar. "Untuk tambahan 160 hektar masih tahap verifikasi," tandasnya. (jml/riz)

BERITA LAINNYA

MATENG 7664617068046514864

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item