Sandera Mobil Pejabat, Aksi "May Day" di Mamuju Tuntut Stop Tenaga Kerja Asing

Mamuju, fokusmetrosulbar.com-Peringatan hari buruh Internasional atau "May Day" hari ini, Senin (1/5) disambut aksi unjuk rasa sejumlah aktivis buruh dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Mamuju Sulbar.

Aksi demo May Day ini melibatkan organusasi mahasiswa HMI, PMII, FPPI, GMKI, dan Lembaga Pembebasan. Menariknya, dalam aksi mereka para pengunjuk rasa  menyandera mobil dinas milik BKKBN Sulbar. Selain itu, pengunjuk rasa juga menyandera mobil dinas palat merah dengan nomor Polisi DC 8.

Kordinator Lapangan, Wais Walkoni mengatakan penyanderaan itu dilakukan bukan untuk merusak fasilitas umum, namun hanya meminjam sementara untuk fasilitas panggung orasi para pendemo.

"Aksi kami adalah aksi damai kami hanya meminjam mobil dinas ini sebagai panggung orasi, dan ini adalah sebagai bentuk keprihatinan kepada buruh kita di seluruh Indonesia, khususnya di Sulbar," tegasnya.

Ketua HMI Mamuju, Herlin, yang turut berorasi mengatakan, aksi demo yang mereka lakukan tidak bermaksud merusak fasilitas pemerintah, namun itu adalah taktik perjuangan agar pemerintah memperhatikan nasib buruh di Indonesia.

"Ini sebagai taktik yang kami lakukan sebagai bentuk perlawanan," ujuarnya.

Dalam aksi ini para pendemo sempat bersitegang dengan aparat kepolisian, karena Polisi menganggap apa yang dilakukan para demonstran dianggap melakukan aksi brutal karena membakar ban dan menyandera sebuah mobil dinas untuk panggung aksi.

Akhirnya pihak kepolisian yang mengawal aksi demo memaksa para demonstran membubarkan diri.

Beberapa tuntutan mereka diantaranya hapus sistem kerja outsourcing, jaminan kesehatan yang cukup, tolak upah murah, hentikan kriminalisasi buruh, stop tenaga kerja asing dan efektififkan jam kerja buruh. (awl/har)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 6248053560999713895

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item