Usai Demo, Kejaksaan dan Mahasiswa Bersihkan Sisa Bakar Ban di Jalan Provinsi
MAJENE – Usai aksi unjuk rasa yang sempat berlangsung panas, suasana di ruas jalan provinsi di Majene berubah menjadi momen kebersamaan. Jajaran Kejaksaan Negeri Majene bersama mahasiswa bergotong royong membersihkan sisa pembakaran ban yang berserakan di badan jalan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Kasi Intelijen Muhammad Aslam Faradilla dan Kasi Pidana Khusus Muhit. Keduanya tidak hanya mengoordinasikan, tetapi juga turun langsung mengangkut sisa arang dan material bekas aksi.
Sebelumnya, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meninggalkan tumpukan arang dan potongan ban di tengah jalan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, karena permukaan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
Melihat hal itu, pihak kejaksaan bersama mahasiswa dan warga sekitar bergerak cepat melakukan pembersihan. Mereka mengangkat arang, kawat ban, dan material lain agar jalan kembali aman dilalui.
Muhammad Aslam Faradilla mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik.
“Kami ingin memastikan jalan kembali aman. Sisa pembakaran ban sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, kolaborasi ini menunjukkan bahwa meski berbeda pandangan dalam menyampaikan aspirasi, aparat dan mahasiswa tetap bisa bersatu menjaga fasilitas umum.
Senada, Muhit mengimbau agar setiap aksi penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Aksi cepat tersebut pun mendapat apresiasi dari warga. Dalam waktu singkat, ruas jalan kembali bersih dan dapat digunakan secara normal oleh pengguna jalan.
