FKPT: Sulbar Jalur Strategis Penyebarkan Paham Radikal

Staf Ahli Gubernur Sulbar Bidang Kemasyarakatan Darno Madjid (Foto: Muh. Awaluddin/FMS)
Mamuju, fokusmetrosulbar.com-- Diterapkannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) membawa dampak positif dan juga dampak negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak negatif yang dikhawatirkan banyak pihak adalah menyebarkan sikap intoleran dan paham radikalisme.

Staf Ahli Gubernur Sulbar Bidang Kemasyarakatan Darno Madjid menyampaikan hal itu, pada acara sosialisasi yang dilakukan FKPT Provinsi Sulbar di hotel d'Maleo, Kamis (10/8).

"Maka dari itu perlu adanya pengawasan ketat utamanya menangkal paham radikal yang ingin mengubah idiologi bangsa Indonesia," kata Darno.

Menurutnya pencegahan paham radikal bukan hanya tugas pemerintah dan aparat kepolisian, tetapi perlu peran semua kalangan untuk melakukan pengawasan. Darno bahkan menyebut, bahwa Sulbar adalah salah satu wilayah yang borpotensi ancaman radikalisme.

"Kita ketahui Sulbar merupakan jalur segitiga emas yang menghubungkan tiga wilayah yakni Makassar, Palu dan Kalimantan. Maka perlu adanya pengawasan ketat," kata Darno.

Dikatakan, Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sulbar sebagai lembaga diberi tanggung jawab, akan aktif melakukan sosialisasi mencegah paham radikal di masyarakat.

Hal senada juga dikatakan ketua FKPT Provinsi Sulbar, Muh. Rahmad Sanusi. Kata Rahmad, melalui pendekatan kebudayaan dan seni ia berharap dapat menangkal paham radikalisme.

"Kita tau kebudayaan yang ada di Indonesia cinta akan kedamaian, lewat seni kita tangkal radikalisme," ujarnya. (awl/har)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 6042090032986467391

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item