Bupati Mamasa Minta Penyuluh Pertanian Kerja Maksimal

Mamasa, fokusmetrosulbar.com-- Meski memiliki potensi pertanian cukup stategis, namun maksimalisasi pertanian di Mamasa menuai sejumlah kendala. Salah satunya adalah kurangnya tenaga penyuluh. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi penyuluh pertanian yang digelar Dinas Pertanian Mamasa, Jumat (4/8).

Kepala Dinas Pertanian Mamasa, Mambu saat menyampaikan laporannya mengungkapkan, sejumlah kendala yang saat ini dihadapi penyuluh diantaranya keterbatasan tenaga.

"Kelompok tani yang ada saat ini terdaftar 1.892 kelompok dan 178 Gapoktan. Ini yang harus dilayani oleh 147 penyuluh, sudah termasuk yang ASN 125 orang. Artinya kita masih kekurangan penyuluh yang mana harus melayani 181 desa dan kelurahan Se- Kabupaten Mamasa," ungkap Mambu.

Selain itu, Ia menjelaskan, fasilitas kendaraan operasional penyuluh hanya ada 39 unit. Hal ini tentu mempengaruhi kinerja di lapangan terlebih kondisi geografis Mamasa yang berat.

Kadis Pertanian berharap agar kedepan anggaran pada dinas pertanian dapat ditingkatkan, termasuk anggaran untuk pelatihan penyuluh. "Masih ada sekitar 40 penyuluh belum ikut diklat dasar, sementara ini keharusan bagi penyuluh," ungkapnya.

Menanggapi laporan Kadis Pertanian, Bupati Mamasa, H. Ramlan Badawi dalam sambutannya menekankan agar penyuluh harus memiliki SDM yang baik. Bupati juga meminta agar para penyuluh terus mengembangkan potensi dirinya.

"Kedepan penyuluh dan ASN dituntut untuk memiliki inovasi dan krearifitas dan tidak hanya stagnan di tempat. Tugas penyuluh adalah membantu meningkatkan ekonomi masyarat lewat pembinaan dan penyuluhan yang intensif," ujar Ramlan mengawali sambutan.

Ia menegaskan agar dalam menjalankan tugas, penyuluh harus bekerja maksimal melayani masyarakat. "Jangan main-main dalam melaksanakan tugas karena ini adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik.

Ramlan mengingatkan, bahwa 78 persen masyarakat Mamasa adalah petani, sehingga peran penyuluh harus terus digenjot.

"Kalau masyarakat petani hanya berharap pada beras pra sejahtra, maka peran penyuluh dipertanyakan. Malu kepala dinasnya, malu bupatinya kalau kondisi itu yang terjadi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ramlan berharap agar penyuluh membantu pemerintah mendorong masyarakat untuk menanam dan mengkonsumsi makanan pokok non beras. "Kan ada ubi, pisang, bia (keladi). Tapi ini disampaikan ke masyarakat agar direbus, bukan digoreng karna bisa jadi penyakit," katanya berkelakar.

Selain beras, ternak, kopi dan palawija juga menjadi perhatian bupati. "Kopi ini kebutuhan dunia, dan Mamasa cocok untuk semua jenis tanaman kopi sehingga peluang ini harus dijemput," katanya.

Sedangkan untuk kesejahteraan penyuluh dan anggaran peningkatan kualitas penyuluh, Ia menuturkan mulai tahun 2018 akan diporsir dalam APBD pokok. "Termasuk kendaraan penyuluh,  operasional penyuluh, juga anggaran peningkatan SDM penyuluh akan kita tingkatkan. Tapi penyuluh juga harus tertib administrasi, laporan harus valid. Karena cerminan keberhasilan pemerintahan itu ditangan penyuluh," pinta Ramlan. (klp/har)

BERITA LAINNYA

MAMASA 7172937369711058049

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item