Suraidah : Harus Ada Selter Pengaduan Kekerasan Perempuan


Hj.Sitti Suraidah Suhardi,SE,M.Si (Ketua DPRD Kab.Mamuju/Tengah).

Mamuju, - FMS - Kasus kekerasan pada perempuan memang menjadi topik hangat yang menarik untuk dibincang.

Pada kegiatan Dialog publik Kohati Cabang Manakarra dengan mengusung tema " Perempuan dan Ancaman Kekerasan " di warkop Daeng Arief pada Rabu (27/03) Ketua DPRD Kabupaten Mamuju mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Hj.Sitti Suraidah Suhardi, SE,M.Si mengatakan, kegiatan dialog seperti ini kita tentu apresiasi, terkait isu kekerasan perempuan bahwa ada beberapa kendala kita khususnya di Mamuju, dimana belum adanya Selter pengaduan.

Menurutnya Suraidah , jika ada Selter pengaduan ini maka tentu semua tindakan kekerasan sampai ke Desa - Desa itu bisa terlayani dengan baik dan cepat termasuk masyarakat pengadu tidak merasa terancam, sehingga inilah yang perlu kita dorong kedepan.

Selain itu ada semacam lembaga khusus menangani bimbingan konseling terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan, karena orang terkena trauma itu perlu didampingi oleh psikiater, sementara dokter psikologi kita disini belum ada,"jelas Suraidah.

Dirinya menambahkan, terkait persoalan regulasi masalah kekerasan perempuan melalui perda itu bisa didorong, namun sejauh ini memang belum ada.

Untuk itu masalah perda ini tentu peran serta dari organisasi perangkat daerah (OPD) itu penting,karena mereka sendiri yang akan menggunakan sementara kita di DPRD hanya merumuskan,"jelas Suraidah.

Ada banyak perda saat ini belum tuntas karena OPD sebagai leading sektor dari perda tersebut tidak menyediakan data dan anggarannya tidak ada."Simpul Suraidah.

(Adi)

BERITA LAINNYA

MAMUJU 1348257408266738950

Komentar Anda

emo-but-icon

VIRAL MINGGU INI

item